Angkasa luar adalah wilayah yang relatif kosong di luar atmosfer suatu benda langit. Tidak ada batas yang jelas antara atmosfer Bumi dan angkasa luar karena atmosfer terdiri dari lapisan yang semakin menipis dengan semakin besarnya ketinggian. Angkasa luar di Tata Surya disebut ruang antarplanet. Batas antara ruang antar planet dengan medium antar bintang disebut heliopause.
Ruang angkasa itu ber-ruang, tetapi tidak kosong. Angkasa luar terisi oleh beberapa molekul organik yang dilacak oleh spekstroskopi gelombang mikro, radiasi yang tersisa dari ledakan dahsyat, dan sinar kosmis. Ada pula beberapa gas, plasma, debu, dan meteor kecil. Lebih lagi, terdapat pula sampah angkasa yang dihasilkan oleh manusia, yang dapat membahayakan penerbangan ke luar angkasa.
Keadaan di planet terestrial lain seperti Merkurius dan Venus sayangnya tak mampu mendukung kehidupan. Akan tetapi, telah diusulkan bahwa Europa, bulan terbesar keempat Yupiter, memunyai samudra di bawah permukaan yang mungkin bisa mendukung kehidupan.
Planet luar surya yang bernama Gliese 581 g diduga berada di zona layak huni bintang katai merah Gliese 581. Selain itu, planet HD 85512 b mungkin juga berada di zona yang sama. Pada 5 Desember 2011, planet yang bernama Kepler-22b telah dipastikan berada di zona layak huni sehingga mungkin mampu mendukung kehidupan.
0 komentar:
Posting Komentar