JOB SHEET
PRODUKTIF OTOMOTIF 3
KELAS I TMO
1.
DONGKRAK HIDROLIS KECIL, SEDANG.
2.
IDENTIFIKASI KOMPRESOR
3.
IDENTIFIKASI KARBURATOR, ELEKTRIK STATER
4.
BONGKAR
PASANG REM DEPAN DAN BELAKANG
6.
IDENTIFIKASI
SEPEDA MOTOR.
7.
PENGELASAN I
8.
PENGELASAN II
Guru Praktek 1 Guru
Praktek 2
Haris Afiatno, ST. Aris Setyo AMK-A, S.Pd
Mengetahui
Kepala Sekolah
Hj. Mulyarsih, S.H
JOB SHEET
PRODUKTIF OTOMOTIF 3
KELAS I TMO
- DONGKRAK HIDROLIS KECIL, SEDANG.
- IDENTIFIKASI KOMPRESOR
- IDENTIFIKASI KOMPRESOR, ELEKTRIK STATER
- BONGKAR PASANG REM DEPAN DAN BELAKANG
- PEMATRIAN DAN PENYOLDERAN/PENYAMBUNGAN KABEL
- IDENTIFIKASI SEPEDA MOTOR.
- PENGELASAN I
- PENGELASAN II
Guru Praktek 1 Guru
Praktek 2
Haris
Afiatno, ST. Andi
Sulityono, S.Pd
Mengetahui
Kepala Sekolah
Hj. Mulyarsih, S.H
JOB SHEET
PRODUKTIF OTOMOTIF 3
KELAS I TMO
NO
|
HARI / TGL
|
KELOMPOK
|
|||||||
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
VI
|
VII
|
VIII
|
||
1
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
2
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
3
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
|
4
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
|
5
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
|
6
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
|
7
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
|
8
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
|
9
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
10
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
11
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
12
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
13
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
14
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
15
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
16
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
Guru Praktek 1 Guru Praktek 2
Haris
Afiatno, ST. Andi
Sulityono, S.Pd
Mengetahui
Kepala Sekolah
Hj. Mulyarsih, S.H
JOB SHEET
PRODUKTIF OTOMOTIF 3
KELAS I TMO
NO
|
HARI / TGL
|
KELOMPOK
|
|||||||
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
VI
|
VII
|
VIII
|
||
1
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
2
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
3
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
|
4
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
|
5
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
|
6
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
|
7
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
|
8
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
|
9
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
10
|
5
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
11
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
12
|
6
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|
13
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
14
|
7
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
15
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
16
|
8
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
Guru Praktek 1 Guru
Praktek 2
Haris Afiatno, ST. Aris Setyo AMK-A, S.Pd
Mengetahui
Kepala Sekolah
Hj. Mulyarsih, S.H
JOB SHEET 1
DONGKRAK HIDROLIS KECIL
DAN SEDANG
I.
Bahan
-
Dongkrak Hidrolis Kecil
-
Dongkrak
Hidrolis Sedang
II.
Peralatan
- Jangka sorong
- Jangka kaki
- Kunci pas / ring yang sesuai
- Alat tulis
- Buku tulis
III.
Keselamatan kerja
- Pakailah pakaian kerja dengan benar
- Tidak boleh bermain-main saat praktek
- Taatilah peraturan kerja bengkel kerja
- Gunakan peralatan yang sesuai
- Bila meniggalkan ruangan harus dengan ijin pengajar
- Jika meninggalkan ruangan, tidak meninggalkan alat atau sampah yang membahayakan.
- Gunakan pelindung mata jika diperlukan.
IV.
Cara kerja
- Siapkan bahan yang akan digunakan sebagai praktek.
- Siapkan peralatan yang akan digunakan dalam praktek
- Bongkarlah Dongkrak sesuai dengan bagian-bagiannya
- Gambar bagian-bagian Dongkrak
- Beri keterangan bagian-bagian dari dongkrak hidrolik
- Ukurlah Bagian dari dongkrak hidrolik
a.
Diameter tabung Dongkrak
(Diameter atas, tengah, dan bawah)
b.
Ketinggian tabung Dongkrak
c.
Hitunglah
volume fluida
d.
Diameter tumpuan pengangkat
(Diameter atas, tengah, dan bawah)
e.
Landasan Tumpuan dari dongkrak
f.
Diameter dalam tuas pengungkit
g.
Diameter Lubang udara / lubang
pengontrol
h.
Ukurlah bagian-bagian lain yang
diperlukan
- Amatilah apabila ada kerusakan pada Sistem Dongkrak
- Rakitlah kembali dongkrak hidrolik dengan benar
- Jika Sudah selesai praktek, kembalikan bahan dan peralatan di tempat yang sesuai
V.
Kesimpulan
-
Buatlah kesimpulan dari hasil
praktek
-
Buatlah laporan Praktek di buku
besar

JOB SHEET 2
IDENTIFIKASI
KOMPRESOR UDARA
I. Materi
Kompresor Udara
1). Prinsip Pengkompresian Fluida Gas/ Udara
Kompresor adalah pesawat/ mesin yang
berfungsi untuk memampatkan atau menaikkan tekanan udara atau fluida gas atau
memindahkan fluida gas dari suatu tekanan statis rendah ke suatu keadaan
tekanan statis yang lebih tinggi. Udara atau fluida gas yang diisap kompresor
biasanya adalah udara/ fluida gas dari atmosfir walaupun banyak pula yang
menghisap udara/ fluida gas spesifik dan bertekanan lebih tinggi dari atmosfir (kompresor
berfungsi sebagai penguat atau booster). Kompresor ada pula yang mengisap
udara/ fluida gas yang bertekanan lebih rendah daripada tekanan atmosfir yang
biasa disebut pompa vakum. Pemampatan fluida gas dapat dijelaskan dengan hukum
Pascal yaitu tekanan yang dikenakan pada satu
bagian fluida dalam wadah tertutup akan diteruskan ke segala arah sama
besar.

Gambar 1. Kompresi fluida
Perhatikan Gb. 1 dimana fluida
ditempatkan dalam silinder dengan luas penampang A dan panjang langkahnya l dan
dikompresi dengan gaya F melalui sebuah piston, sehingga tekanan fluida di
dalam silinder adalah :
P
=F/A
Tekanan ini akan diteruskan ke semua
titik dalam silinder dengan sama besar.
2). Konstruksi Kompresor
Dalam modul ini hanya akan dibahas
khusus konstruksi kompresor torak, karena pada umumnya kompresor udara yang
digunakan pada bidang kerja otomotif skala menengah kecil adalah kompresor
torak. Kompresor torak atau kompresor bolak-balik pada dasarnya adalah merubah
gerakan putar dari penggerak mula menjadi gerak bolak-balik torak/ piston.
Gerakan ini diperoleh dengan menggunakan poros engkol dan batang penggerak yang
menghasilkan gerak bolak-balik pada torak. Gerakan torak akan menghisap udara
ke dalam silinder dan memampatkannya. Langkah kerja kompresor torak hampir sama
dengan konsep kerja motor torak yaitu:
(1). Langkah Isap
Langkah isap adalah
bila poros engkol berputar searah putaran jarum jam, torak bergerak dari titik
mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB). Tekanan negatif terjadi pada ruangan
di dalam silinder yang ditinggalkan torak sehingga katup isap terbuka oleh
perbedaaan tekanan dan udara terisap masuk ke silinder.
(2). Langkah
Kompresi
Langkah kompresi
terjadi saat torak bergerak dari TMB ke TMA, katup isap dan katup buang
tertutup sehingga udara dimampatkan dalam silinder
(3). Langkah Keluar
Bila torak
meneruskan gerakannya ke TMA, tekanan di dalam silinder akan naik sehingga
katup keluar akan terbuka oleh tekanan udara sehingga udara akan keluar.



Gambar 4. Kompresor Kerja Tunggal

Gambar 5. Kompresor Kerja Ganda
Profil detail konstruksi kompresor
torak kerja tunggal dan kerja ganda dicontohkan pada gambar berikut :

Gambar 6. Kompresor Kerja Tunggal 1 Tingkat
Pendingin Udara

Gambar 7. Kompresor Kerja Tunggal 1 Tingkat
Pendingin Air

Gambar 8. Kompresor Kerja Ganda 1 Tingkat

Gambar 9. Kompresor Kerja Ganda 2 Tingkat Lawan
Imbang
Beberapa bagian dari konstruksi
kompresor udara jenis torak/ piston antara lain meliputi silinder, kepela silinder,
torak/ piston, batang torak, poros engkol, katupkatup, kotak engkol dan
alat-alat bantu. Berikut ini akan diuraikan beberapa bagian utama dari
kompresor torak.
a). Silinder dan
Kepala Silinder
Silinder mempunyai bentuk silindris
dan merupakan bejana kedap udara dimana torak bergerak bolak-balik untuk
mengisap dan memampatkan udara. Silinder harus kuat menahan beban tekanan yang ada.
Silinder untuk tekanan kurang dari 50 kgf/cm2 (4.9 Mpa) pada umunya menggunakan
besi cor sebagai bahan silindernya. Bagian dalam silinder diperhalus sebab
cincin torak akan meluncur pada permukaan dalam silinder. Dinding bagian luar
silinder diberi sirip sirip untuk memperluas permukaan sehingga lebih cepat/kuat
memancarkan panas yang timbul dari proses kompresi di dalam silinder. Kompresor
dengan pendingin air diperlengkapi dengan selubung air di dinding luar silinder.
Kepala silinder terbagi menjadi dua bagian,
satu bagian sisi isap dan satu bagian sisi tekan. Sisi isap dilengkapi dengan
katup isap dan sisi tekan dilengkapi dengan katup tekan. Pada kompresor kerja
ganda terdapat dua kepala silinder, yaitu kepala silinder atas
dan kepala silinder bawah. Kepala
silinder juga harus menahan tekanan sehingga bahan pembuatnya adalah besi cor.
Bagian dinding luarnya diberi sirip-sirip pendingin atau selubung air
pendingin.
b) Torak dan cincin
torak
Torak merupakan komponen yang betugas
untuk melakukan kompresi terhadap udara/ gas, sehingga torak harus kuat menahan
tekanan dan panas. Torak juga harus dibuat seringan mungkin untuk mengurangi gaya
inersia dan getaran. Cincin torak dipasangkan pada alur-alur torak dan berfungsi
sebagai perapat antara torak dan dinding silinder. Jumlah cincin torak
bervariasi tergantung perbedaan tekanan sisi atas dan sisi bawah torak. Pemakaian
2 s.d. 4 cincin torak biasanya dipakai pada kompresor dengan tekanan kurang
dari 10 kgf/cm2. Pada kompresor tegak dengan pelumasan minyak, ada torak
dipasangkan sebuah cincin pengikis minyak yang dipasang pada alur terbawah.
Sedangkan pada kompresor tanpa pelumasan, cincin torak dibuat dari bahan yang
spesifik yaitu karbon atau teflon.

Gambar 10. Konstruksi torak kompresor bebas minyak
c) Katup-Katup
Katup-katup pada kompresor membuka dan
menutup secara otomatis tanpa mekanisme penggerak katup. Pembukaan dan
penutupan katup tergantung dari perbedaan tekanan yang terjadi antara bagian
dalam dan bagian luar silinder. Jenis-jenis katup yang biasa digunakan adalah
jenis katup pita, katup cincin, katup kanal dan katup kepak.
Gambar 11. Konstruksi Katup Pita (Reed
Valve)

Gambar 12. Konstruksi Katup Cincin

Gambar13. Konstruksi Katup Kanal

Gambar 14. Konstruksi Katup Kepak

d) Poros Engkol dan Batang Torak
Poros engkol dan batang torak
mempunyai fungsi utama untuk mengubah gerakan putar menjadi gerak bolak-balik.
Secara konstruksi, poros engkol dan batang torak kompresor hampir sama dengan
yang terdapat pada motor bakar. Ujung poros engkol berhubungan dengan transmisi
daya dari sumber penggerak. Poros engkol dan batang torak biasa terbuat dari
baja tempa.
e) Kotak Engkol
Kotak engkol adalah sebagai blok
mesinnya kompresor yang berfungsi sebagai dudukan bantalan engkol yang bekerja
menahan beban inersia dari masa yang bergerak bolak-balik serta gaya pada
torak. Pada kompresor dengan pelumasan minyak kotak engkol sekaligus sebagai
tempat/ bak penampung minyak pelumas.
f) Pengatur Kapasitas
Volume udara yang dihasilkan kompresor
harus sesuai dengan kebutuhan. Jika kompresor terus bekerja maka tekanan dan
volume udara akan terus meningkat melebihi kebutuhan dan berbahaya terhadap
peralatan. Untuk mengatur batas volume dan tekanan yang
dihasilkan kompresor digunakan alat
yang biasa disebut pembebas beban (unloader). Pembebas beban dapat digolongkan
menurut azas kerjanya yaitu : pembebas beban katup isap, pembebas beban celah
katup, pembebas beban trotel isap dan pembebas beban dengan pemutus otomatis.
Pembebas beban yang difungsikan untuk memperingan beban pada waktu kompresor
distart agar penggerak mula dapat berjalan lancar dinamakan pembebas beban
awal.
Adapun ciri-ciri, cara kerja, dan
pemakaian berbagai jenis pembebas beban tersebut di atas adalah sebagai
berikut.
(1). Pembebas beban katup isap
Jenis ini sering dipakai pada
kompresor kecil atau sedang. Cara ini menggunakan katup isap di mana plat katupnya
dapat dibuka terus pada langkah isap maupun langkah kompresi sehingga udara
dapat bergerak keluar masuk silinder secara bebas melalui katup ini tanpa terjadi
kompresi. Hal ini berlangsung sebagai berikut.

Gambar 15. Kerja pembebas beban katup isap
Jika kompresor bekerja maka udara akan
mengisi tangki udara setringga tekanannya akan naik sedikit dcmi sedikit.
Tekanan ini disalurkan kc bagian bawah katup pilot dari pembebas behan. Jika
tekanan di dalam tangki udara masih rendah, maka katup akan tetap tertutup
karena pegas atas dari katup pilot dapat mengatasi tekanan tersebut. Namun jika
tekanan di dalam tangki udara naik sehingga dapat mengatasi gaya pegas tadi
maka katup isap akan didorong sampai terbuka. Udara tekan akan mengalir melalui
pipa pembebas beban dan menekan torak pembebas beban pada tutup silinder ke
bawah.
Maka katup isap
akan terbuka dan operasi tanpa beban mulai. Selama kompresor bekerja tanpa
beban, tekanan di dalam tangki udara akan menurun terus karena udara dipakai
sedangkan penambahan udara dari kompresor tidak ada. Jika tekanan turun
melebihi batas maka gaya pegas dari katup pilot akan mengalahkan gaya dari tekanan
tangki udara. Maka katup pilot akan jatuh, laluan udara tertutup, dan tekanan
di dalam pipa pembebas beban menjadi sama dengan tekanan atmosfir. Dengan
demikian torak pembebas beban akan terangkat oleh gaya pegas, katup isap
kembali pada posisi normal, dan kompresor bekerja mengisap dan memampatkan
udara.
(2). Peralatan
Pembantu
Untuk dapat bekerja dengan sempurna,
kompresor diperlengkapi dengan beberapa peralatan pembantu yang antara lain
adalah sebagai berikut.
(1) Saringan udara
Jika udara yang diisap kompresor
mengandung banyak debu maka silinder dan cincin torak akan cepat aus bahkan
dapat terbakar. Karena itu kompresor harus diperlengkapi dengan saringan udara
yang dipasang pada sisi isapnya. Saringan yang banyak dipakai saat ini terdiri
dari tabung-tabung penyaring yang berdiameter 10 mm dan panjangnya 10 mm.
Tabung ini ditempatkan di dalam kotak berlubang-lubang atau keranjang kawat,
yang dicelupkan dalam genangan minyak. Udara yang diisap kompresor harus
mengalir melalui minyak dan tabung yang lembab oleh minyak. Dengan demikian
jika ada debu yang terbawa akan melekat pada saringan sehingga udara yang masuk
kompresor menjadi bersih. Aliran melalui saringan tersebut sangat turbulen dan
arahnya membalik hinggasebagian besar dari partikel-partikel debu akan tertangkap
di sini.

Gambar 19. Saringan udara tipe genangan minyak
(2) Katup pengaman
Katup pengaman harus dipasang pada
pipa keluar dari setiap tingkat kompresor. Katup ini harns membuka dan membuang
udara ke luar jika tekanan melebihi 1,2 kali tekanan normal maksimum dari
kompresor. Pengeluaran udara harus berhenti secara tepat jika
tekanan sudah kembali sangat dekat
pada tekanan normal maksimum.

Gambar 20. Katup Pengaman
(3) Tangki udara
Tangki udara dipakai untuk menyimpan
udara tekan agar apabila ada kebutuhan udara tekan yang berubah-ubah jumlahnya
dapat dilayani dengan lancar. Dalam hal kompresor torak di mana udara
dikeluarkan secara berfluktuasi, tangki udara akan memperhalus aliran. Selain
itu, udara yang disimpan di dalam tangki udara akan mengalami pendinginan
secara pelan-pelan dan uap air yang mengembun dapat terkumpul di dasar tangki
untuk sewaktu-waktu dibuang. Dengan demikian udara yang disalurkan ke pemakai
selain sudah dingin,juga tidak lembab.

Gambar 21. Unit Kompresor dengan Tangki Udara
(4) Peralatan Pembantu
Kompresor untuk keperluan-keperluan
khusus sering dilengkapi peralatan bantu antara lain : peredam bunyi, pendingin
akhir, pengering, menara pendingin dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan
spesifik yang dibutuhkan sistem.
(5) Peralatan pengaman yang lain
Kompresor juga memiliki alat-alat
pengaman berikut ini untuk menghindari dari kecelakaan. alat penunjuk tekanan,
rele tekanan udara dan rele tekanan minyak. alat penunjuk temperatur dan rele
thermal temperatur udara keluar, temperatur udara masuk,
temperatur air pendingin, temperatur
minyak dan temperatur bantalan. Rele aliran air mendeteksi aliran yang
berkurang/berhenti.
II.
Bahan
- 1 buah Kompresor udara
III. Peralatan
1.
Jangka sorong
2.
Kunci pas / ring yang sesuai
3.
Alat tulis
4.
Buku tulis
IV. Keselamatan kerja
1.
Perhatikan petunjuk keselamatan
kerja yang berlaku.
2.
Pahami setiap langkah kerja dengan baik.
3.
Memakai pakaian kerja dengan
baik
4.
Sebelum melaksanakan praktikum,
identifikasi (tentukan)
5.
peralatan dan bahan yang
diperlukan dengan cermat.
6.
Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang
benar.
7.
Jangan memukul poros, ulir atau
bagian lainnya dengan palu besi secara langsung.
8.
Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum
jelas,
9.
harus meminta ijin guru atau
instruktur terlebih dahulu.
10.
Setelah selesai, kembalikan peralatan ke
tempat semula. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi
11.
lagi pada kegiatan belajar
sebelumnya atau bertanyalah
12.
kepada guru yang mengajar
kegiatan belajar tersebut.
V.
Cara kerja
1. Persiapkan alat dan bahan
praktikum secara cermat, efektif dan seefisien mungkin.
2. Perhatikan instruksi
praktikum yang disampaikan oleh guru/instruktur.
3. Pelajari cara kerja
kompresor dengan teliti dan cermat!
4. Lakukan instalasi unit kompresor dengan
langkah yang tepat dan sistematik! (perhatikan buku manual)
5. Lakukan pemeriksaan dengan pengamatan dan
pengukuran pada komponen-komponen kompresor yang sudah dinstalasi dari
kemungkinan malfungsi!
6. Buatlah catatan-catatan
penting kegiatan praktikum secara ringkas!
7. Diskusikan mengenai kondisi kompresor dan
instalasi,kemungkinan penyebab
kerusakan, kemungkinan perbaikan serta kemungkinan akibat jika kerusakan
terjadi dan dibiarkan!
8. Lakukan pembongkaran
kembali terhadap bagian bagian kompresor udara dan instalasinya yang tadi anda
rangkai secara efektif dan efisien!
9. Diskusikan inovasi usaha
apa yang bisa dikembangkan setelah anda mengetahui tentang sistem kerja
kompresor dan sistem instalasi kompresor!
10. Setelah selesai, bereskan kembali peralatan
dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula serta bersihkan tempat
kerja!
VI. Tugas
11. Buatlah laporan praktikum
secara ringkas dan jelas.
12. Buatlah rangkuman
pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar
1.
JOB SHEET 3
IDENTIFIKASI KARBURATOR
I.
URAIAN MATERI.
KARBURATOR
Karburator berfungsi untuk merubah bahan bakar ke dalam bentuk yang
mudah dibakar sesuai dengan putaran mesin, agar menghasilkan tenaga yang besar.
Karburator mengirim campuran bahan bakar udara ke ruang bakar melalui intake
manifold, dan merupakan salah satu bagian yang mempunyai pengaruh besar
terhadap kemampuan mesin. Karburator dirancang dengan sikap ketelitian yang
diinginkan oleh sebuah mesin pada kecepatan sedang dan tinggi, serta tenaga
yang dihasilkan cukup besar. Perbedaan karburator dapat diklasifikasikan sesuai
dangan konstruksi dan fungsinya dalam beberapa tipe.
NEEDLE VALVE
Pada saat tinggi
permukaan bensin dalam ruang pelampung berubah, maka pelampung akan turun,
gerakan ini dipindahkan ke needle valve melalui plunger. Pegas needle mencegah
membuka atau menutup oleh adanya gerakan kendaraan, dengan demikian tinggi
permukaan bensin akan tatap konstan.


CATATAN :
- Apabila terdapat kebocoran bensin antara katup dan dudukannya karana cacat pada bagian ujung needle valve atau disebabkan oleh kotoran, bensin tidak dapat dicegah lagi mengalirnya kedalam ruang pelampung. Ini akan menyebabkan permukaan bensin menjadi tinggi dan bensin akan terus menerus dikirim ke venturi dan nosel utama, dan campuran udara-bensin akan menjadi terlalu gemuk dan menyebabkan putaran mesin menjadi rendah atau mati dan sulit dihidupkan, (banjir).
- Bila needle valve menempel terus pada dudukannya atau tidak dapat membuka dan bensin tidak dapat disalurkan keruang pelampung, maka mesin akan mati.
Apabila banjir, kendorkan penyumbatnya pada karburator dibawah
needle valve dengan obeng kemudian bersihkan mungkin tersumbat antara needle
valve dengan dudukannya sehingga problem dapat diatasi. Apabila problemnya
adalah needle valve saja yang rusak, maka gantilah dengan yang baru, kalo punya
duit.
MAIN JET
Main jet mengontrol
jumlah bensin yang dikirim oleh sirkuit primary high speed.

REFERENSI
- Bila main jet tersumbat, mesin akan tersendat-sendat dan tidak dapat membangkitkan tenaga ketika kendaraan bergerak dari kecepatan sedang kekecepatan tinggi. Dan juga akan berpengaruh pada primary low speed, sehingga menghasilkan idling yang kurang baik.
- Bila main jet pengerasannya kurang, bensin yang disalurkan akan menjadi terlalu banyak, menyebabkan busi menjadi kotor dan putaran mesin menjadi kurang baik.
II.
Bahan
- Karburator Sepeda
motor
III.
Peralatan
1.
Jangka sorong
2.
Obeng + dan -
3.
Kunci pas / ring yang sesuai
4.
Alat tulis
5.
Buku tulis
IV.
Keselamatan kerja
1.
Pakailah pakaian kerja dengan
benar
2.
Tidak boleh bermain-main saat
praktek
3.
Taatilah peraturan kerja
bengkel kerja
4.
Gunakan peralatan yang sesuai
V.
Cara kerja
1. Persiapkan alat dan bahan
praktikum secara cermat, efektif dan seefisien mungkin.
2.
Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/instruktur.
3.
Pelajari cara kerja karburator dengan teliti dan cermat!
4.
Bongkarlah Karburator sesuai
dengan bagian-bagiannya
5.
Lakukan pemeriksaan dengan pengamatan dan pengukuran pada komponen-komponen
karburator dari kemungkinan malfungsi!
6.
Gambar bagian-bagian Karburator
7.
Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas!
8.
Diskusikan mengenai karburator kemungkinan penyebab kerusakan, kemungkinan perbaikan
serta kemungkinan akibat jika kerusakan terjadi dan dibiarkan!
9.
Diskusikan inovasi usaha apa yang bisa dikembangkan setelah anda mengetahui
tentang sistem kerja karburator.
10. Setelah selesai, bereskan kembali peralatan
dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula serta bersihkan tempat
kerja!
V. Kesimpulan
1.
Buatlah kesimpulan dari hasil
praktek
2.
Buatlah laporan Praktek di buku
besar

JOB SHEET 4
BONGKAR PASANG REM
DEPAN DAN BELAKANG
I.
Uraian Materi
Fungsi :
Mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan.
Memungkinkan parkir ditempat yang menurun
Sebagai alat pengaman dan menjamin pengendaraan
yang aman
Prinsip Dasar Rem :
Merubah energi gerak menjadi energi
panas. Umumnya rem bekerja disebabkan oleh adanya sistim gabungan penekanan
melawan sistim gerak putar.
Efek pengereman diperoleh dari adanya
gesekan yang ditimbulkan antara dua benda

Tipe –tipe rem
Rem yang digunakan dalam kendaraan
bermotor dapat dibedakan menjadi beberapa tipe tergantung dalam penggunaannya.
~
Rem kaki ( Foot brake ), dioperasikannya menggunakan kaki untuk
mengontrol
kecepatan dan menghentikan kendaraan
~
Rem Parkir (Parking brake ) untuk menahan kendaraan supaya tidak mudah
bergerak pada saat parkir
~ Rem tambahan ( auxiliary brake )
untuk membantu rem kaki, umumnya digunakan
pada kendaraan besar dan berat

CARA KERJA PEDAL REM
Didasarkan pada prinsip tuas yang merubah gaya penekanan pedal yang kecil
menjadi besar


A – Jarak pedal ke fulcrum
B – Jarak pushrod ke fulcrum
F1 – Gaya penekanan pedal
F2 – Gaya pushrod
Saat pedal rem tidak diinjak
Piston cup terletak diantara inlet port dan compensating port. Sehingga
terdapat dua saluran antara cylinder dan resevoir tank.

Saat pedal rem diinjak
Piston bergerak ke kanan dan piston cup menutup compensating port, Sehingga
menyebabkan tekanan hydrolis didalam silinder bertambah dan tekanan ini
diteruskan ke wheel silinder

Komponen rem tromol :
Backing plate
Wheel cylinder
Brake shoe & linning
Brake drum


TIPE – TIPE REM TROMOL

Tipe ini mempunyai satu wheel cylinder dengan satu piston dan pada Adjusting silinder dapat bergerak bebas.
Keuntungan :
Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading
Kerugiannya :
Saat kendaraan mundur kedua sepatu rem menjadi trailing
TIPE DUO – SERVO

Tipe ini merupakan penyempurnaan dari tipe Uni
servo Jadi rem jenis ini menggunakan satu wheel cylinder dengan dua piston dan
adjusting cylinder yang dapat bergerak bebas.
Sehingga pada saat kendaraan bergerak maju atau
mundur kedua sepatu rem berfungsi Sebagai
leading shoe.
REM CAKRAM
Rem cakram ( disc brake ) terdiri dari :
- Cakram ( rotor disc )
- Disck Pad
- Caliper
Daya pengereman dihasilkan karena gesekan antara disc pad dan disc
rotor
Keuntungan :
•
Radiasi panas lebih baik
•
Bila terkena air lebih cepat kering
Bila terkena air lebih cepat kering
•
Konstruksi lebih sederhana
•
Mudah dalam perawatan
Kerugian :
•
Self energinzing kecil
•
Membutuhkan tekanan hidraulis yang besar
II.
Bahan
- Engine
stand sepeda motor.
- Rem Depan dan belakang Sepeda motor
III.
Peralatan
1.
Jangka sorong
2.
Obeng
3.
Kunci pas / ring yang sesuai
4.
Alat tulis
5.
Buku tulis
IV.
Keselamatan kerja
1.
Perhatikan petunjuk keselamatan
kerja yang berlaku.
2.
Pahami setiap langkah kerja dengan baik.
3.
Memakai pakaian kerja dengan
baik
4.
Sebelum melaksanakan praktikum,
identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat.
5.
Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang
benar.
6.
Jangan memukul poros, ulir atau
bagian lainnya dengan palu besi secara langsung.
7.
Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum
jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu.
8.
Setelah selesai, kembalikan peralatan ke
tempat semula. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi
9.
lagi pada kegiatan belajar
sebelumnya atau bertanyalah
kepada guru yang mengajar kegiatan belajar tersebut.
V.
Cara kerja
1.
Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat, efektif dan seefisien mungkin.
2.
Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/instruktur.
3.
Pelajari cara kerja rem depan dan rem belakang dengan teliti dan cermat!
4.
Bongkarlah rem depan sesuai dengan
bagian-bagiannya
5.
Lakukan pemeriksaan dengan pengamatan dan pengukuran pada komponen-komponen
rem depan dari kemungkinan malfungsi!
6.
Gambar bagian-bagian rem depan
7.
Bongkarlah rem belakang sesuai dengan
bagian-bagiannya
8.
Lakukan pemeriksaan dengan pengamatan dan pengukuran pada komponen-komponen
rem belakang dari kemungkinan malfungsi!
9.
Gambar bagian-bagian rem belakang
10. Buatlah catatan-catatan
penting kegiatan praktikum secara ringkas!
11. Diskusikan mengenai cara kerja rem depan, rem
belakang dan kemungkinan
penyebab kerusakan, kemungkinan perbaikan serta kemungkinan akibat jika
kerusakan terjadi dan dibiarkan!
12. Diskusikan inovasi usaha
apa yang bisa dikembangkan setelah anda mengetahui tentang sistem kerja karburator.
13. Setelah selesai, bereskan kembali peralatan
dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula serta bersihkan tempat
kerja!
V. Tugas
1.
Buatlah kesimpulan dari hasil
praktek
2.
Buatlah laporan Praktek di buku
besar
JOB SHEET 5
PENYOLDERAN /
PENYAMBUNGAN KABEL
I.
URAIAN MATERI
II.
Bahan
1.
Kabel listrik
2.
Timah Solder
3.
Papan Pcb
III.
Peralatan
1.
Solder listrik Tang potong
2.
Solder Atractor
3.
Solder listrik
4.
Alat tulis
5.
Buku tulis
III. Keselamatan
kerja
1.
Perhatikan petunjuk keselamatan
kerja yang berlaku.
2.
Pahami setiap langkah kerja dengan baik.
3.
Memakai pakaian kerja dengan
baik
4.
Sebelum melaksanakan praktikum,
identifikasi (tentukan)
5.
Peralatan dan bahan yang
diperlukan dengan cermat.
6.
Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang
benar.
7.
Jangan memukul poros, ulir atau
bagian lainnya dengan palu besi secara langsung.
8.
Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum
jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu.
9.
Setelah selesai, kembalikan peralatan ke
tempat semula. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi
10.
Lagi pada kegiatan belajar
sebelumnya atau bertanyalah
kepada guru yang mengajar kegiatan belajar tersebut.
IV. Cara
kerja
1.
Siapkan bahan – bahan dan
peralatan penyolderan yang diperlukan
2.
Siapkan Kabel listrik dengan
panjang 5 cm
3.
Kuliti isolasi sekitar 1 cm
pada kedua ujungnya
4.
Pilin kabel (untuk menghasilkan
kekuatan penyolderan)
5.
Bersihkan Tip (kepala solder)
dan hidupkan solder
6.
Jika Tip sudah panas berilah
sedikit timah solder untuk membantu penyaluran panas
7.
Pegang solder dengan satu
tangan, tangan yang lain memegang timah
8.
Arahkan pada letak penyolderan
kabel
- Perhatikan baik-baik pada saat pengerjaan penyolderan
·
Jangan menggerakkan sambungan
pada saat proses pendinginan
·
Jangan meletakkan solder
terlalu lama pada kabel, panas akan tersalur pada kabel dan timah bisa meleleh
sepanjang sambungan, sehingga kabel akan kaku dan tidak lentur
·
Hasil penyolderan yang baik
tampak seperti cermin, jika tekstur abu-abu gelap disebabkan panas yang timbul
terlalu rendah atau terlalu tinggi.
- Jika Sudah selesai praktek, kembalikan bahan dan peralatan di tempat yang sesuai
I.
Kesimpulan
1.
Buatlah kesimpulan dari hasil
praktek
2.
Buatlah laporan Praktek di buku
besar
JOB SHEET 6
IDENTIFIKASI KOMPONEN
MESIN MOTOR
I. Tujuan Praktek
1.
Mengetahui
komponen-komponen sepeda motor.
2.
Mengetahui
kode warna-warna kabel pada kendaraan sepeda motor.
3.
Mengetahui
aliran bahan bakar bensin sepeda motor.
4.
Mengetahui
cara pemeliharaan sepeda motor.
II. Bahan
1. Engine Stand Sepeda motor
2. Isolasi Hitam.
III. Peralatan
1.Obeng
2.Tang
3.Kunci pas / ring yang sesuai
4.Solder
5.Timah
6.Alat tulis
7.Buku tulis
IV. Keselamatan kerja
1. Perhatikan petunjuk keselamatan kerja yang berlaku.
2. Pahami setiap langkah kerja
dengan baik.
3. Memakai pakaian kerja dengan baik
4. Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang
diperlukan dengan cermat.
5. Gunakan alat sesuai prosedur
pemakaian yang benar.
6. Jangan memukul poros, ulir atau bagian lainnya dengan palu besi
secara langsung.
7. Untuk melakukan kegiatan
praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih
dahulu.
8. Setelah selesai, kembalikan
peralatan ke tempat semula. Jika belum menguasai
level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau
bertanyalah kepada guru yang mengajar kegiatan belajar tersebut.
V.
Cara kerja
1.
Siapkan Mesin Sepeda motor
2.
Siapkan
peralatan yang akan digunakan untuk praktek
3.
Carilah
komponen sepeda motor dan tuliskan fungsinya, meliputi :
Ë
Kunci kontak
Ë
Karburator
Ë
Tangki bahan
bakar
Ë
Selang Bensin
Ë
Selang Udara
Vacum
Ë
Kran Sistem
Membran/kran bensin
Ë
Electric
stater
Ë
Stater kick
Ë
Flasher
Ë
CDI
Ë
Cyprok
Ë
Sensor
kecepatan
Ë
Sensor bahan
bakar
Ë
Coil igniton
Ë
Busi
Ë
Kabel Busi
Ë
Katup masuk
dan katup keluar
Ë
Top
Penyesuaian TMA.
Ë
Lengan ayun
Ë
Shock
breaker.
4.
Sebutkan
warna kabel yang berhubungan dengan :
Ë
Kunci Kontak
Ë
ACCU
Ë
CDI
Ë
Cyprok
Ë
Lampu
belakang
Ë
Lampu tanda
belok belakang, kanan dan kiri
Ë
Lampu tanda
belok depan kanan dan kiri
Ë
Lampu rem
belakang
Ë
Sensor bahan
bakar
5.
Mencari dan
menulis komponen yang berhubungan dengan aliran Bahan bakar bensin.
6.
Tulislah
hal-hal yang kamu ketahui tentang praktek ini
7.
Amatilah apabila ada kerusakan
pada Mesin Sepeda motor.
8.
Rakitlah kembali bagian-bagian
Mesin Sepeda motor dengan benar
9.
Jika Sudah selesai praktek,
kembalikan bahan dan peralatan di tempat yang sesuai
VI. Kesimpulan
1.
Buatlah kesimpulan dari hasil
praktek
2.
Buatlah laporan Praktek di buku
besar

JOBSHEET 7
PENGELASAN 1.
( MENYAMBUNG PLAT SECARA SEJAJAR )
I.
URAIAN MATERI
1). Keselamatan,
Kesehatan Kerja dan Lingkungan
Setiap pekerjaan hendaknya selalu mengutamakan Keselamatan, Kesehatan
Kerja dan lingkungan. Apalah artinya sebuah kemajuan zaman (modernisasi) tetapi
selalu mengancam keselamatan dan
kesehatan jiwa manusia dan merusak lingkungan.
Cepat atau lambat kemajuan itu akan menghancurkan kehidupan manusia itu sendiri, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Oleh karena itu
Negara kita mempunyai Undang-undang tentang
keselamatan kerja yang melindungi hak kelangsungan hidup manusia dan kelestarian alam. Langkah-langkah umum K3L antara lain :
a). Letak, bentuk dan lay out bangunan/bengkel harus sesuai dengan
K3L. Hal ini dibuktikan dengan ijin Pemerintah tentang pendirian bangunan.
b). Adanya SPL (Saluran Pembuangan
Limbah) yang menjamin K3L atau pengelolaan limbah
industri yang sesuai dengan ketentuan
Pemerintah.
c). Perlu diadakan penyuluhan
tentang K3L dari instansi yang berwenang
kepada semua warga bengkel atau sekolah (dalam
hal ini SMK Program Diklat Body Kendaraan). Dengan demikian
warga sekolah dapat sadar terhadap pentingnya Langkah
K3L. Langkah beserta peralatan K3L
secara khusus pada pengelasan, Pematrian, pemotongan dengan panas dan pemanasan
sebagian sudah ada dalam penyampaian
materi pada modul ini.
2). Pengertian umum tentang pengelasan,
pematrian
Menurut Duetch Industrie Normen (DIN) las adalah
ikatan metalurgi pada sambungan logam atau paduan logam yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair.
Las merupakan sambungan setempat dan
untuk mendapatkan keadaan lumer atau
cair dipergunakan energi panas. Dari keterangan tersebut mengelas adalah menyatukan dua bagian logam atau lebih
dengan mengadakan ikatan metalurgi
dibawah pengaruh panas. Untuk mendapatkan ikatan metalurgi ada banyak cara
dilakukan, yakni :
a). Logam yang disambung dipanasi sampai pada suhu tertentu yang terletak dibawah atau diatas sedikit titik
lebur, kemudian logam yang disatukan
dengan cara ditekan atau dipukul (las
Tekan).
b). Logam yang disambung
bersama-sama dengan bahan tambah (apabila diperlukan) dicairkan (las busur
cair).
c). Bahan tambah dicairkan kemudian diletakkan
pada logam yang
disambung (pada Pematrian).
Keuntungan penggunaan las adalah :
a). Konstruksi sambungan las
mudah dilakukan.
b). Waktu pengerjaan sambungan las relatif lebih cepat.
c). Bahan lebih hemat.
d). Konstruksi lebih ringan.
e). Diperoleh bentuk sambungan yang lebih estetis (indah).
Dari pengertian pengelasan secara umum diatas, maka cara pengelasan dibedakan menjadi beberapa macam,
yakni :
a). Las Tekan
(1). Las Resistansi Listrik
(2). Las Tempa
(3). Las Tekan yang lain
b). Las Cair
(1). Las Gas
(2). Las Cair Busur Listrik
(a). Elektrode tak terumpan (Las TIG/Wolfram)
(b). Elektrode Terumpan
? Las Busur pelindung Gas (Las MIG, Las
CO2)
? Las Busur pelindung Fluks (elektrode terbungkus,
elektrode Inti, elektrode rendam.
? Las Busur tanpa pelindung
(c). Las Termit
(d). Las Terak
(e). Las Cair yang lain.
(3). Pematrian
(a). Patri Keras
(b). Patri Lunak.
3). Kualitas Hasil Pengelasan
Kualitas hasil pengelasan ditentukan oleh beberapa faktor antara lain : Teknik Pengelasan, bahan logam
yang disambung, pengaruh panas serat
jenis kampuh yang tepat.
a).
Teknik Pengelasan
Faktor yang mempengaruhi kualitas las pada pengelasan ini
adalah posisi mengelas, bentuk kampuh sambungan, kecepatan mengelas, brander las yang dipakai (untuk las
gas), ukuran elektrode (las Busur).
b). Bahan logam yang disambung
Logam yang dipanasi sampai keadaan lumer/meleleh, maka
pada proses pendinginan kembali akan terjadi perubahan sifat elastisitas logam, jika didinginkan secara
perlahan logam akan menjadi kenyal dan
jika didinginkan mendadak (dengan cepat)
logam akan menjadi getas. Logam yang dipanasi tersebut akan mengalami perubahan komposisi kimia yang
terkandung, trutama unsur karbon (C).
Logam yang meleleh pada temperatur tinggi akan
lebih banyak mengandung gas dari pada logam yang meleleh pada temperatur rendah, dan berakibat logam
menjadi keropos. Untuk menghindari
keropos tersebut maka sewaktu pengelasan perlu diberi bahan fluks (bahan pelindung). Perlu
diketahui pula bahwa logam yang
disambung diusahakan mempunyai titik lebur yang sama, sehingga proses penyambungannya menjadi
sempurna.
c).
Pengaruh Panas
Akibat pengaruh panas terjadi ekspansi dan
pemuaian, sehingga menimbulkan tegangan-tegangan skunder yang tidak diinginkan. Pada proses pendinginan logam
lasan yang meleleh/cair akan menjalani
proses pembekuan. Selama pembekuan akan terjadi
reaksi pemisahan (retak), terbentuk
lobang halus, serta terbentuknya
oksida-oksida. Reaksi pemisahan ada beberapa macam yakni : (a) pemisahan makro, yaitu : terjadinya
perubahan pada garis lebur menuju ke
garis sumbu las, (b) pemisahan gelombang,
yaitu : terputusnya gelombang manik las, dan (c) pemisahan mikro, yaitu : terjadinya perubahan komponen dalam
satu pijar atau bagian dari satu
pilar.
d).
Macam-macam Kampuh Sambungan Las
Pada rancang bangun suatu konstruksi ada berbagai macam
bentuk kampuh sambungan las. Dalam uraian ini
dibedakan menjadi tiga kelompok kampuh
sambungan las yakni : kampuh lurus, kampuh
sudut, dan kampuh Te.
c. = 0 c. = 2-3 mm c.
= 2-3 mm
s. = 1-2 mm s. = 2-6 mm s.
= 4-6 mm
c. : jarak logam s. : Tebal logam
(a). I Tertutup (b).
I Terbuka (c). I Terbuka
Lebar
![]() |
c. = 0 c.
= 2 – 3 mm c.
= 2-3 mm
t. = 3 mm t. = 3 mm t.
= 3 mm
s. = 6-26 mm s. = 6-26 mm s. = 6-26 mm
t. :
Tinggi bidang sentuh
(d). Kampuh Ve
(e). Ve – Celah (f). Ve – Tumpul
![]() |
s. = 12-40 mm s. =
12-40 mm s. = 12-40 mm
(g). Kampuh Ka (h). Kampuh Eks (i). Kampuh 2/3 Eks
![]() |
(j). Kampuh U (k). Kampuh U (l) Kampuh Dobel U
Gambar 1. Kampuh sambungan Las bentuk LURUS
![]() |
|||
(a). Kampuh Sudut Membujur (b).
Kampuh Sudut Melintang
![]() |
(c). Kampuh Sudut Terbuka (d). Kampuh Sudut tertutup
![]() |
(e). Kampuh Kowak (f).
Kampuh Lubang
Gambar 2. Macam-macam Kampuh Sambungan Sudut
(a). Kampuh Te Tumpul (b).
Te - Ve
![]() |
(c). Kampuh Te – Ka (d). Kampuh Te U
![]() |
Gambar 3. Macam-macam kampuh
sambungan Te.
4).
Perencanaan Prosedur Pengelasan
Untuk merencanakan prosedur pengelasan perlu diketahui
beberapa jenis logam dan jenis pengelasan yang biasa dipakai.
a). Pengelasan Besi.
(1). Klasifikasi
Bahan
loga ferro biasanya mengandung karbon 0 s.d 4,5%
dan dibagi dalam tiga golongan yaitu : besi
(kadar CO : 0 – 0,008%), baja (kadar CO
: 0,008 – 2,0%), dan besi cor (kadar CO
2,0 – 4,5%). Dalam besi kandungan karbon
dan unsur paduan sangat rendah, karena
itu besi tidak dapat dikeraskan dengan
pendinginan celup. Besi tempa adalah besi yang
mengandung terak silikat antara 2 – 4%, besi ingot adalah besi yang murni. Keduanya adalah besi dengan kadar
karbon rendah yang diproses secara
khusus untuk penggunaan tertentu.
(2). Jenis las yang dipakai
Pengelasan
besi tempa : Las Busur Elektrode Terbungkus
dengan suhu rendah. Pengelasan besi ingot : las Busur
Elektrode Terbungkus dengan suhu
tinggi. Urutan deposit pada pengelasan
Las Busur Listrik elektrode terbungkus
dapat dibedakan sebagai berikut :
(1) Urutan Lurus.
Pengelasan dilakukan dari ujung satu ke ujung
yang lain dari sambungan dan biasanya digunakan pada las lapis tunggal, sambungan pendek dan
pengelasan otomatis. Urutan lurus akan
memberikan efisiensi pengelasan yang
tinggi tetapi jika ikatan lasnya kurang kuat akan menimbulkan deformasi yang tinggi.
(2) Urutan balik.
Pengelasan dimulai dari titik tertentu dan
bergerak ke arah berlawanan dengan arah maju
pengelasan. Urutan balik akan terbentuk
tegangan sisa yang merata dan regangan
yang rendah tetapi efisiensi pengelasannya rendah.
(3) Urutan Simetri.
Pengelasan dilakukan dengan membagi panjang sambungan ke dalam bagian-bagian yang
sama dan kemudian pengelasan dilakukan
pada bagian tersebut dengan urutan
simetris terhadap pusat sambungan. Dengan metode ini akan terbentuk deformasi dan tegangan
sisa yang simetri.
(4) Urutan loncat.
Pengelasan dilakukan secara berselang sepanjang
sambungan las. dengan Metode ini akan terjadi
deformasi dan tegangan sisa yang merata, tetapi efisiensi kerja rendah dan kemungkinan terjadi cacat
las pada tiap-tiap permulaan dan akhir
proses pengelasan.
(5) Urutan pengisian.
Metode ini dilakukan jika proses las dimungkinkan tidak cukup satu lapisan.
Biasanya dilakukan pada celah pengelasan
yang cukup lebar.
(6) Urutan kaskade.
Metode ini adalah proses pengisian pengelasan dengan urutan balik.
(7) Urutan petak.
Urutan ini dilaksanakan dengan mengelassuatu
satuan panjang sambungan tertentu sampai pada
lapisan tertentu. Pelaksanaan ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya retak pada lapisan las
akar.
II. TUJUAN LATIHAN PRAKTIK
Agar siswa
terampil dalam membuat jalur las untuk posisi bawah tangan dengan :
1.
Menggunakan
mesin las busur/listrik
2.
Menggunakan
plat strip
3.
Membuat
jalur las rata dan stabil
4.
Pengerjaan
dilakukan dengan cara serta sikap yang benar
III. PERLENGKAPAN / BAHAN
1. Mesin las listrik serta
perlengkapannya
2. Meja las
3. Sikat baja
4. Tang/penjepit bahan
5. Palu terak
6. Elektroda Ø 2,6 x 350 mm
7. Elektroda Ø 3.2 x 350 mm
8. Plat strip mild steel
IV. KESELAMATAN KERJA
1. Pakailah perlengkapan keselamatan
kerja seperti apron, sarung tangan, topeng las, serta pelindung sepatu sewaktu
mengelas.
2. Pakailah tang penjepit untuk
memindahkan benda kerja yang baru saja dilas.
3. Kerjakan sesuai petunjuk/langkah
kerja
V. Cara kerja
1. Siapkan mesin las dan alat bantunya
2. Siapkan benda kerja sesuai dengan
ukurannya.
3. Gunakan alat keselamatan kerja.
4. Atur ampere sesuai dengan besarnya
elektroda
5. Letakkan benda kerja dengan benar di
atas meja las.
6. Buatlah rigi-rigi/jalur las, dengan
ditandai dengan kapur agar hasilnya lurus.
7. Usahakan posisi elektroda dan
gerakannya tetap agar hasil las rata.
8. Teruskanlah untuk membuat jalur las
pada setiap jalur yang ditandai.
9. Bersihkan benda kerja dan beri nama.
10. Serahkan pada instruktur.
JOBSHEET 8
PENGELASAN 2
(MENYAMBUNG SIKU )
I.
TUJUAN LATIHAN PRAKTIK
Agar siswa
terampil dalam membuat jalur las untuk posisi bawah tangan dengan :
1. Menggunakan mesin las busur/listrik
2. Menggunakan plat strip
3. Membuat jalur las rata dan stabil
4. Pengerjaan dilakukan dengan cara
serta sikap yang benar
II. PERLENGKAPAN / BAHAN
1. Mesin las listrik serta
perlengkapannya
2. Meja las
3. Sikat baja
4. Tang/penjepit bahan
5. Palu terak
6. Elektroda Ø 2,6 x 350 mm
7. Elektroda Ø 3.2 x 350 mm
8. Plat strip mild steel
III. KESELAMATAN KERJA
1.
Pakailah
perlengkapan keselamatan kerja seperti apron, sarung tangan, topeng las, serta
pelindung sepatu sewaktu mengelas.
2. Pakailah tang penjepit untuk
memindahkan benda kerja yang baru saja dilas.
3. Kerjakan sesuai petunjuk/langkah
kerja
IV. Cara kerja
1. Siapkan mesin las dan alat bantunya
2. Siapkan benda kerja sesuai dengan
ukurannya.
3. Gunakan alat keselamatan kerja.
4. Atur ampere sesuai dengan besarnya
elektroda
5. Letakkan benda kerja dengan benar di
atas meja las.
6. Buatlah rigi-rigi/jalur las, dengan
ditandai dengan kapur agar hasilnya lurus.
7. Usahakan posisi elektroda dan
gerakannya tetap agar hasil las rata.
![]() |
8. Teruskanlah untuk membuat jalur las
pada setiap jalur yang ditandai.
9. Bersihkan benda kerja dan beri nama. Serahkan pada instruktur.









0 komentar:
Posting Komentar